“…pengorbanan para Pahlawan Revolusi ini tidaklah sia-sia Justru aksi kudeta yang sangat keji itu sangat menyinggung rasa keadilan rakyat Indonesia yang akhirnya bukan saja membubarkan PKI tetapi juga melarang idelogi komunisme untuk selama-lamanya dari bumi Indonesia.”
Jenderal Besar Soeharto | Presiden Republik Indonesia ke-2 (1968-1998)
“Kepribadiannya yang kokoh dan ketaatan pada agamanya, membuat Almarhum sanggup mengemban semua tugas sampai akhir hayatnya sebagai prajurit, patriot, pengawal dan penegak Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945.”
Jenderal Wiranto | Kepala Staf TNI Angkatan Darat (1997-1998)
“D.I. Pandjaitan lincah membantu saya dari posisinya di Angkatan Darat, juga dalam keadaan timbulnya kortsleting antara Yani dan saya. Saya selalu kenangkan peranannya.”
Jenderal A. H. Nasution | Kepala Staf Angkatan Bersenjata (1962-1966)
“D.I. Pandjaitan adalah Prajurit pejuang yang dekat sekali dengan rakyat, khususnya mahasiswa dan pemuda sebagai harapan bangsa. Nasihat dan sikapnya menjadi inspirasi dan panitan bagi siapa saja yang berjuang membangun bangsa.”
B. J. Habibie | Presiden Republik Indonesia ke-3 (1998-1999)
“Sampai akhir hayatnya, ia masih mengenakan pakaian seragam kebanggaannya, bukti akan loyalitasnya. Dia menguatkan diri, menghadapi kenyataan, meskipun dia tahu bahwa taruhannya adalah nyawa. Namun ia sama sekali tidak bersembunyi. Jika bukan kesetiaan, saya tidak tahu lagi apa sebutannya untuk itu.”
Kartini Sjahrir | Tokoh Perempuan Indonesia, Dubes RI untuk Argentina (2010-2014)
“Jenderal yang berbeda, karena pendidikannya yang bagus, sekolah di luar negeri, kemampuan bahasanya baik, sehingga membentuknya jadi rendah hati dan memikirkan orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya sekedar memiliki kepintaran dan kemampuan tempur yang mumpuni. Sosok yang meninggalkan jejak kebaikan ke mana pun ia melangkah.”
Letjen Purn. Sintong Panjaitan | Komandan Kopassandha/Kopassus (1985-1987)

